Resep Kue Cubit 1 Kg Tepung: Tapi Kenapa Harus 1 Kg Tepung?

Kue cubit merupakah kue yang sedang populer di kalangan anak muda. Kue ini biasanya dijual dalam berbagai varian rasa, mulai dari coklat, keju, pandan hingga kopi. Kue ini berbentuk bulat kecil dengan diameter sekitar 3-4 cm dan tinggi 2-3 cm, sehingga sangat cocok dinikmati sebagai camilan atau dessert. Salah satu aspek yang sangat penting dalam membuat kue cubit yang lezat adalah tepung. Dalam resep kue cubit ini, tepung yang akan digunakan adalah tepung terigu sebanyak 1 kg. Sebenarnya kenapa harus tepung terigu sebanyak 1 kg? Ini karena tepung terigu memiliki kandungan gluten yang membuat tekstur kue lebih kenyal dan enak dimakan. Karenanya, tepung terigu juga digunakan pada resep kue-kue lainnya, seperti cake, brownies, dan lain sebagainya.

Bahan-Bahan yang Diperlukan

  • Tepung Terigu sebanyak 1kg
  • Gula Pasir sebanyak 250 gr
  • Susu Cair sebanyak 300 ml
  • Telur Ayam sebanyak 4 butir
  • Air matang sebanyak 500 ml
  • Margarine sebanyak 250 gr
  • Garam sebanyak ½ sendok teh
  • Baking Powder sebanyak 2 sendok makan
  • Pewarna Makanan (opsional)

Cara Membuat Kue Cubit

  1. Campurkan tepung terigu, gula pasir, dan baking powder dalam wadah yang cukup besar. Aduk hingga merata dan sisihkan.
  2. Siapkan wadah baru untuk memasukkan semua bahan basah, seperti susu cair, telur ayam, air matang, margarine, dan garam. Aduk hingga merata dan tetapkan kecepatan pengaduk agar tidak terlalu cepat.
  3. Tuangkan campuran bahan basah ke dalam campuran bahan kering (tepung, gula, dan baking powder). Aduk hingga merata, namun jangan terlalu sering diaduk karena gluten dalam tepung akan terlalu aktif dan membuat kue tidak lezat. Namun, jika adonan terlalu kental, tambahkan sedikit air hingga tercampur rata.
  4. Panaskan wajan khusus kue cubit dan olesi dengan margarine atau minyak. Tuang adonan kue cubit ke dalam wajan hingga ¾ bagian penuh.
  5. Tunggu sampai permukaan adonan terasa agak kering, baru tambahkan topping sesuai selera, seperti coklat parut, keju, kacang almond, hingga ceres. Kue cubit bisa dituangkan ke dalam cetakan khusus kue cubit atau bisa juga dengan sendok takar. Lakukan terus hingga adonan habis.
  6. Tunggu sekitar 2-3 menit dan balik kue hingga matang sempurna. Kue cubit yang matang biasanya berwarna kecoklatan di bagian bawah dan kecoklatan keemasan di bagian atas.
  7. Angkat dan biarkan kue dingin sebentar sebelum disajikan.

FAQ

1. Bisa menggunakan tepung terigu yang tidak bermerk atau menggunakan campuran tepung terigu?

Ya, bisa saja. Tapi, sebaiknya gunakan tepung terigu yang bermerk agar kualitas adonan lebih baik dan lebih mudah didapat di pasaran. Jangan menggunakan tepung terigu yang sudah kadaluarsa, karena bisa merusak cita rasa kue yang diproduksi.

2. Apakah air harus selalu berperan dalam membuat kue?

Ya, air adalah bahan penting dalam membuat adonan kue karena air akan menghasilkan uap ketika dicampurkan dengan bahan basah lainnya, seperti susu cair, telur, sehingga menghasilkan gas yang mengembangkan adonan kue sehingga kue bisa naik dan matang dengan baik. Jangan terlalu banyak menambahkan air dalam adonan kue karena bisa membuat kue menjadi tidak lezat dan keras.

3. Apakah kue cubit bisa langsung dikonsumsi setelah diangkat dari panci?

Bisa, tapi tunggu dulu hingga kue benar-benar dingin. Selain itu, kue cubit lebih enak dinikmati ketika disimpan terlebih dahulu dalam kulkas selama beberapa menit, karena membuat kue terasa lebih segar dan kenyal saat dikunyah.

Kesimpulan

Demikianlah resep kue cubit sebanyak 1 kg tepung yang bisa Anda buat dengan mudah di rumah. Selain menggunakan bahan berkualitas, kunci sukses dalam membuat kue cubit yang lezat adalah konsistensi adonan agar menjadikan kue enak dan kenyal. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Written by Adi Susanto

Adi Susanto adalah seorang penulis dan pecinta kuliner yang berfokus pada masakan tradisional Indonesia. Melalui blognya, dia berbagi resep-resep klasik dari berbagai daerah di Indonesia, sering kali diwariskan dari generasi ke generasi. Adi percaya bahwa masakan tradisional memegang nilai-nilai budaya dan merupakan bagian penting dari identitas suatu daerah. Dalam tulisannya, dia tidak hanya berbagi resep, tetapi juga cerita-cerita unik di balik masakan-masakan tersebut. Dengan demikian, Adi berharap dapat membantu melestarikan kekayaan kuliner Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasi Liwet Resep – Kreasi Nasi Spesial Sajian Khas Jawa Timur

Tinutuan: Makanan Wajib dari Minahasa